Posted by: hadisalim | 20 Nopember 2007

Menulis

Tidak perlu risau tentang tulisan kita yang tidak diterbitkan, menulis saja, menulis apa yang kita rasakan, menulislah untuk diri kita sendiri.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi
Selama tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian

(Pramudya Ananta Tur)

Begitulah sebuah kutipan tentang menulis. Saya merasa saya selama ini sering
membaca tapi tak banyak yang saya lakukan. Informasi hanya berlalu begitu saja.
Membuat kemampuan berpikir kritis kurang berkembang. Maka dari itulah dibuatnya
blog ini. Ada sebuah  kutipan lain yang berkata:

“Jika kamu ingin hidup melampaui usiamu, maka menulislah.”

“Bila mulut dibungkam, maka pena harus bicara.”

Saya jadi teringat dengan RA Kartini yang dalam segala keterbatasannya tetap
menjalin surat-menyurat yang lalu dibukukan dengan judul ”Habis Gelap Terbitlah
Terang”. Atau catatan harian Soe Hok Gie yang lalu dibukukan berjudul “Catatan Seorang Demonstran”. Semuanya berawal dari catatan harian dan lalu
karena mengandung gagasan yang kuat, maka dibukukan. Maka, menulislah, siapa
tahu suatu saat tulisan itu bermanfaat.

Beberapa waktu lalu saya menemukan bahwa ternyata salah seorang rekan saya di
NTU yang mendapat penghargaan blogger indonesia of the week dari salah satu blogger juga.

Siapa tahu dengan sering berlatih menulis, suatu saat bisa menjadi ladang yang berguna.
Semoga.

Leave a response

Your response:

Kategori